program diet sehat cara mengobati penyakit diabetes: Juni 2011

Kamis, 30 Juni 2011

Minum Kopi Sambil Makan Siang Mengurangi Risiko Diabetes

kopiMinum Kopi Sambil Makan Siang Mengurangi Risiko Diabetes - Menikmati kopi hitam (dengan sedikit gula) yang ditemani makan siang bisa mendapatkan keuntungan lebih dalam mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Tapi minum kopi di waktu lain tidak mempengaruhi risiko diabetes sama sekali.

Sebuah studi menemukan bahwa perempuan yang mengonsumsi setidaknya satu cangkir kopi ditambah dengan makan siang dapat mengurangi kemungkinan mengembangkan diabetes tipe 2 sekitar sepertiganya. Hal ini berlaku untuk kopi tanpa kafein dan kopi dengan kafein.

Sao Paolo, Menikmati kopi hitam (dengan sedikit gula) yang ditemani makan siang bisa mendapatkan keuntungan lebih dalam mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Tapi minum kopi di waktu lain tidak mempengaruhi risiko diabetes sama sekali.

Sebuah studi menemukan bahwa perempuan yang mengonsumsi setidaknya satu cangkir kopi ditambah dengan makan siang dapat mengurangi kemungkinan mengembangkan diabetes tipe 2 sekitar sepertiganya. Hal ini berlaku untuk kopi tanpa kafein dan kopi dengan kafein.

"Temuan ini sangat menyarankan bahwa hanya kopi yang dikonsumsi dengan makan siang saja yang dapat mengurangi risiko diabetes," ujar Dr Daniela S. Sartorelli dari University of Sao Paulo di Ribeirao Preto, Brasil, seperti dikutip dari Health24.

Telah banyak penelitian minum kopi yang dilakukan terkait dengan risiko rendah terkena diabetes tipe 2, tapi belum ada penelitian yang melihat apakah waktu mengonsumsi kopi juga bisa memiliki efek yang baik.

Dalam penelitian ini tim Sartorelli menganalisis 69.532 perempuan yang berusia antara 41-72 tahun dan waktu penelitiannya selama 11 tahun. Selama waktu itu didapatkan 1.451 perempuan terkena diabetes tipe 2. Secara keseluruhan perempuan yang mengonsumsi 3 cangkir kopi setiap harinya dapat mengurangi risiko terkena diabetes hingga 27 persen, tapi jika dikonsumsi dengan makan siang setiap harinya dapat mengurangi risiko diabetes sebesar 33 persen.

Efek minum kopi dengan makan siang hanya terlihat pada perempuan yang mengonsumsi kopi hitam, bukan kopi dengan susu atau tambahan lainnya. Karena pada penelitian ini perempuan yang mengonsumsi kopi dengan susu sangat sedikit, sehingga hasilnya belum terlalu jelas.

Sartorelli menyarankan meskipun minum kopi saat makan siang bisa mengurangi risiko diabetes, tapi seseorang juga harus memperhatikan makanan apa yang dikonsumsinya. Karena makanan yang dikonsumsi juga bisa mempengaruhi risiko terkena diabetes.

Para peneliti masih akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek apa yang menyebabkan minum kopi dengan makan siang dapat mengurangi risiko terkena diabetes. Hasil penelitian ini telah dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition.(detik health)

Tanda-tanda Terkena Diabetes

penyakit diabetesTanda-tanda Terkena Diabetes - Banyak pengalaman beberapa orang ketika buang air kecil lalu air seninya dikerubuti semut. Itu adalah salah satu tanda-tanda diabetes yang gampang diketahui. Tapi ada banyak lagi tanda-tanda diabetes yang perlu diwaspadai.

"Kalau seseorang pipisnya dikerubuti semut, itu bisa jadi tanda awal dari penyakit diabetes," ujar dr Dante Saksono H, SpPD, PhD, saat dihubungi detikHealth.

Kenapa bisa seperti itu?

Menurutnya, seseorang yang memiliki penyakit diabetes maka air seni yang dibuang masih mengandung gula. Ini terjadi karena ketika gula darah yang masuk ke dalam tubuh di proses oleh organ ginjal tidak terserap sempurna oleh tubuh. Kemudian akan dikeluarkan oleh tubuh melalui air seni atau pipis.

"Kalau kadar gulanya dalam darah tinggi, maka hasil saringannya sudah pasti masih mengandung gula atau bersifat manis," ujar dokter berusia 36 tahun ini.

dr Dante mengatakan sebenarnya diabetes melitus artinya adalah air mancur yang manis, dan air mancur disini dapat diartikan sebagai pipis atau air seni.

Penyakit diabetes adalah gangguan penggunaan glukosa yang terjadi di dalam tubuh. Diabetes tidak terjadi secara begitu saja. Sebelum seseorang didiagnosis menderita diabetes, mereka mengalami fase normal, lalu meningkat menjadi prediabetes dan akhirnya menderita diabetes.

Penyakit ini sering disebut dengan silent killer. Penyakit ini tidak langsung menyebabkan kematian tapi komplikasi yang dihasilkan dari diabetes ini bisa menurunkan kualitas hidup seseorang hingga berakhir dengan kematian.

Jika penderita diabetes bisa mengontrol kadar gula darahnya dengan baik, maka komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit ini bisa dicegah. Komplikasi dari diabetes ini bisa menyerang hampir seluruh organ tubuh manusia.

Tanda-tanda seseorang terkena diabetes seperti dilansir dari diabeteslibrary adalah:

1. Sering buang air kecil
Buang air kecil akan menjadi sering jika terlalu banyak glukosa dalam darah. Jika insulin (yakni hormon yang mengendalikan gula darah) tidak ada atau sedikit maka ginjal tidak dapat menyaring glukosa untuk kembali ke dalam darah. Kemudian ginjal akan menarik tambahan air dari darah untuk menghancurkan glukosa. Hal ini membuat kandung kemih penuh dan membuat seseorang sering pipis.

2. Sering merasa haus
Karena sering buang air kecil, Anda akan menjadi lebih sering haus, karena proses penghancuran glukosa yang sulit maka air di dalam darah tersedot untuk menghancurkannya. Sehingga seseorang perlu minum lebih banyak untuk menggantikan air yang hilang.

3. Berat badan turun cepat
Terutama terjadi pada penderita diabetes tipe 1 (faktor genetik). Pankreas pada penderita diabates berhenti membuat insulin akibat serangan virus pada sel-sel pankreas atau respons autoimun yang membuat tubuh menyerang sel-sel yang memproduksi insulin. Akibatnya tubuh akan kesulitan mencari sumber energi karena sel-sel tidak memperoleh glukosa. Kemudian tubuh mulai memecah jaringan otot dan lemak untuk energi sehingga berat badan terus menyusut.

Pada penderita diabetes tipe 2 (faktor perubahan gaya hidup), penurunan berat badan terjadi secara bertahap dengan peningkatan resistensi insulin sehingga penurunan berat badan tidak begitu terlihat.

4. Merasa lemah dan gampang kelelahan
Karena produksi glukosa terhambat sehingga sel-sel makanan dari glukosa yang harusnya didistribusikan ke semua sel tubuh untuk membuat energi jadi tidak berjalan. Karena sel energi tidak mendapat asupan sehingga orang akan merasa cepat lelah.

5. Sering kesemutan di kaki dan tangan
Gejala ini disebut neuropati. Terjadi secara bertahap dari waktu ke waktu karena glukosa dalam darah tinggi akan merusak sistem saraf. Pada penderita diabetes tipe 2 kejadiannya secara bertahap, dan orang-orang sering tidak menyadari bahwa itu salah satu pertanda. Kondisi gula darah tinggi kemungkinan telah terjadi beberapa tahun sebelum diagnosa. Kerusakan saraf dapat menyebar tanpa pengetahuan kita.

6. Penglihatan kabur, kulit kering atau gatal, sering infeksi atau luka dan memar, yang membutuhkan penyembuhan dalam waktu lama merupakan tanda-tanda lain dari diabetes.

Jika melihat ada tanda-tanda itu maka Anda punya alasan untuk khawatir soal diabetes.

Lalu komplikasi penyakit apa yang timbul dari diabetes?
Berikut adalah komplikasi penyakit dari diabetes:

1. Penyakit saraf
Penyakit saraf adalah komplikasi jangka panjang dari diabetes. Diperkirakan bahwa 60-70 persen penderita diabetes mengalaminya.

Penyakit saraf ini menyerang hampir semua sistem saraf di tubuh mulai dari yang ringan kram, nyeri kepala, sakit perut, punggung nyeri, tidak berkeringat. Hingga yang berat mengganggu sistem saraf pembulah darah seperti jantung hingga saraf di kelamin yang bisa menyebabkan impotensi serta gangren dengan risiko amputasi.

2. Penyakit mata (Retinopathy)
Karena penyempitan, pengerasan atau pemutusan pembuluh darah dan kapiler retina menyebabkan komplikasi serius yang dikenal sebagai retinopathy dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Dua komplikasi yang parah adalah katarak dan glaukoma.

4. Penyakit kardivaskular (jantung)
Akibat memiliki tekanan darah yang tinggi dan melemahnya fungsi-fungsi otot jantung.

3. Penyakit ginjal
Karena memiliki tekanan darah tinggi membuat fungsi ginjal terganggu.

4. Hipoglikemia
Terjadi karena penderita diabetes harus mendapat suntikan insulin dalam tubuh. Jika kemudian insulin lebih banyak dibandingkan dengan jumlah gula darah akan membuat gula darah turun di bawah level normal, inilah yang dinamakan hipoglikemia. Hipoglikemia bisa membuat seseorang pusing, bingung dan kehilangan kesadaran atau pingsan.

4. Gangguan pencernaan
Seperti gangguan lambung, divertikulitis, gejala sindrom iritasi usus besar, sakit perut, sembelit, diare dan batu empedu.

5. Komplikasi di mulut
Seperti sering mengalami gigi copot terutama pada penderita diabetes tipe 1.

6. Mudah infeksi
Risiko terkena infeksi cukup tinggi seperti infeksi luka, influenza, infeksi pernafasan hingga TBC tulang.

7. Komplikasi kehamilan
Tingkat kematian bayi lebih tinggi pada ibu yang menderita diabetes.

8. Ketoasidosis (darah menjadi asam)
Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan sering kencing, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton.

Cara mudah mendeteksi diabetes:
1. Lihatlah apakah air seni yang didiamkan sebentar dikerubuti semut atau tidak. Jika dikerebuti semut adalah pertanda kandungan gula di darah tinggi yang dibuang melalui urine.

2. Gunakan kertas uristix yang banyak dijual perusahaan farmasi. Masukkan kertas uristix ke air seni jika kertas berubah warna maka itu pertanda ada gejala diabetes.

3. Diagnosis laboratorium untuk mengetes glukosa darah. Pengujian kadar glukosa darah dengan puasa jika hasilnya lebih besar atau sama dengan 126 mg/dl menunjukkan adanya diabetes(detikhealth)

Penderita Diabetes Jangan Makan Buah yang Di-juice

jusPenderita Diabetes Jangan Makan Buah yang Di-juice - Penderita penyakit diabetes militus (DM) boleh-boleh saja mengonsumsi buah-buahan. Namun, sebaiknya buah-buahan tersebut tidak dikonsumsi dalam bentuk juice.

"Masalahnya sekarang ini banyak yang 'memindahkan' buah menjadi juice. Nah, buah apa pun itu, kalau dibuat juice akan meningkatkan glukosa darah," kata Ketua Tim
Dokter Kepresidenan, Dr Aris Wibudi.

Hal itu disampaikan dia dalam ceramah kesehatan dengan tema 'Mungkinkah Hidup Tanpa Diabetes dan Bahagia Bersama Diabetes' di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan
Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Ibu Herawati Boediono juga hadir dalam acara ini.

Aris menyebutkan aneka buah yang aman dimakan oleh penderita penyakit gula darah tinggi. Aman dalam arti tidak meningkatkan kadar gula dalam darah. Buah-buahan tersebut misalnya belimbing, jambu merah, jambu air, pepaya, semangka, dan jeruk.

"Pisang itu sedikit tinggi, tapi tidak perlu terlalu khawatir," jelas pria yang berpangkat Brigjen ini.

Lebih dari itu, lanjutnya, penderita diabetes harus mengatur pola makan dengan sehat. Bila akan mengonsumsi makanan kemasan, ia mengimbau agar konsumen melihat daftar nutrisi yang ada di dalamnya.

Beberapa makanan, menurut Aris, memang dianjurkan untuk tidak dimakan. Namun, makanan tersebut dapat dimodifikasi komposisinya sehingga 'aman'.

"Orang diabetes itu nggak boleh sengsara. Ternyata kita bisa memodifikasi makanan. Jadi diakali. Supaya kadar gula tidak tinggi dikasih agar-agar misalnya," pungkasnya.(detikhealth)

Kopi dan Teh Bisa Mencegah Diabetes

teh kopiKopi dan Teh Bisa Mencegah Diabetes - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit diabetes, mulai dari mengubah pola makan, olahraga hingga obat-obatan. Namun hasil analisis terbaru peneliti menyebutkan, cukup minum kopi atau teh saja bisa mengurangi diabetes.

Peneliti menganalisis hasil 18 studi yang melibatkan ratusan hingga ribuan orang partisipan. Studi tahun 2005 menyebutkan seseorang yang lebih sering minum kopi, kemungkinan kena diabetesnya sepertiga lebih rendah daripada mereka yang jarang minum kopi.

Dr Rachel Huxley dari The University of Sydney, Australia melakukan survei data tentang studi kopi dan teh sejak tahun 1966 hingga 2009 pada penderita diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 adalah diabetes yang dikaitkan dengan obesitas dan mempengaruhi 8 persen populasi Amerika.

Seperti dikutip dari Reuters, kesimpulan dari hasil analisis tersebut adalah, setiap cangkir kopi yang diminum seseorang bisa mengurangi risiko diabetes hingga 7 persen. Dari enam studi yang ada, diketahui bahwa mengonsumsi 3 hingga 4 cangkir kopi sehari bisa menurunkan risiko diabetes sampai 36 persen.

Sementara itu tujuh studi lainnya menunjukkan bahwa minum teh sebanyak 3 hingga 4 cangkir sehari bisa juga mengurangi diabetes hingga 18 persen. Peneliti menduga bukan hanya kafein yang membantu proses pengurangan risiko diabetes.

Kandungan lainnya dalam dua jenis minuman ini seperti magnesium, lignan (bahan mirip estrogen dalam tumbuhan) dan asam chlorogenic yang merupakan antioksidan bisa memperlambat pelepasan gula ke dalam darah setelah mengonsumsi makanan.

Percobaan klinis perlu dilakukan untuk memastikan kedua jenis minuman ini memang bisa jadi obat pencegah diabetes. Jika memang benar terbukti, tenaga medis mungkin akan memberi saran pada penderita diabetes untuk tidak sekedar olahraga dan mengurangi makan berlebih, tapi juga banyak-banyak minum kopi atau teh.

Tapi ingat, minum teh atau kopi ini sebaiknya dengan kadar gula sedikit, bukan seperti kebanyakan orang Indonesia yang biasa memberikan gula terlalu banyak.(detikhealth)

Kurus Bukan Jaminan Bebas Diabetes

kurusKurus Bukan Jaminan Bebas Diabetes - Salah satu faktor risiko diabetes melitus (DM) adalah kegemukan. Namun tidak berarti bahwa tubuh kurus benar-benar bebas risiko, sebab yang terpenting adalah komposisi lemak tubuh.

Ketua Perhimpunan Edukator Diabetes Indonesia, Dr. dr. Aris Wibudi, Sp.PD., KEMD membenarkan hal itu di acara bincang media dengan tema 'Nutrisi Seimbang untuk Cegah dan Atasi Diabetes', di Jakarta. Menurutnya, tubuh yang sehat adalah tubuh yang berotot.

"Makin banyak otot semakin baik, karena otot memberi pertahanan pada tubuh terhadap gangguan-gangguan metabolisme," ungkap Dr. Aris yang juga berdinas di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Ia mencontohkan, salah seorang temannya memiliki badan kurus, sangat takut makan dan menjalankan diet dengan sangat ketat. Meski demikian kadar gula darahnya tetap tinggi, karena dia jarang berolah raga. Orang itu kurus, tetapi tidak ada ototnya.

Karena yang dilihat adalah komposisi lemak, maka berat badan kadang tidak bisa menjadi patokan. Berat badan tinggi tidak masalah asal tidak berlebihan, dan memiliki lebih banyak otot daripada lemak.

"Sebagai contoh, berat badan Ade Rai tentu lebih tinggi dibanding saya. Tetapi saya punya ransel seperti ini, dia tidak punya," tambah Dr. Aris, sambil memegangi lemak di pinggang yang disebutnya 'ransel'.

Lingkar pinggang memang menunjukkan faktor risiko DM. Jika seorang pria memiliki lingkar pinggang di atas 90 cm, atau wanita memiliki lingkar pinggang di atas 85 cm, maka risikonya lebih tinggi untuk terkena DM.

Sedangkan untuk menghilangkan lemak, caranya cukup sederhana dan bisa dilakukan kapan saja. Berjalan kaki sebanyak 1.000 langkah setiap hari menurutnya sudah cukup untuk mengurangi risiko DM.

Memang tidak semua langkah bisa dihitung sebagai olahraga. Head of Division Nutrifood Research Center, Susana, STP, M.Sc., PDEng menilai, jalan-jalan di mall tidak termasuk olah raga karena terlalu santai.

"Jalan-jalan di mall itu terlalu santai. Sebentar-sebentar berhenti, toleh sana toleh sini. Yang seperti itu tidak efektif untuk menghilangkan lemak," kata Susana.

Sementara jika menggunakan treadmill, target denyut nadi permenit bisa dihitung dengan rumus: (220-umur)X 65%. Misalnya jika umurnya 55 tahun, maka perhitungannya adalah: (220-55) X 65% = 107,25/menit. Bisa juga dipermudah menjadi 107 hingga 108 per menit.

Untuk mencapai target tersebut, tidak boleh lebih dari 45 menit dalam satu hari. Patokannya jika saat treadmill sampai tidak bisa diajak ngobrol karena napasnya tersengal, maka itu berarti berlebihan. Demikian juga bila masih bisa bernyanyi dengan merdu, itu artinya masih kurang.(detikhealth)

Sayuran Berdaun Hijau Bisa Kurangi Risiko Diabetes

sayur hijauSayuran Berdaun Hijau Bisa Kurangi Risiko Diabetes - Selama ini masyarakat mengetahui bahwa cara untuk mencegah diabetes tipe 2 adalah mengurangi konsumsi gula. Kini peneliti Inggris menemukan bahwa konsumsi sayuran berdaun hijau juga bisa mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2.

Dalam sebuah analisis terhadap enam penelitian yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayuran, didapatkan bahwa sayuran berdaun hijau seperti bayam atau kubis memiliki pengaruh positif yang signifikan dalam hal mencegah diabetes.

Laporan penelitian yang dimuat oleh British Medical Journal (BMJ) didapatkan satu atau setengah porsi sayuran dalam satu hari bisa mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 sebanyak 14 persen. Tapi para ahli tetap menyarankan masyarakat agar mengonsumsi 5 porsi sayuran dan buah setiap harinya.

Para peneliti dari Leicester University mengkaji data dari 220.000 orang dewasa. Didapatkan bahwa mengonsumsi buah dan sayur bisa mengurangi risiko diabetes tipe 2. Tapi jika seseorang mengonsumsi sayuran berdaun hijau termasuk brokoli dan kembang kol, maka pengurangan risiko yang terjadi jauh lebih signifikan. Tim peneliti menemukan mengonsumsi 106 gram sayuran berdaun hijau bisa mengurangi risiko sekitar 14 persen.

"Kita tahu bahwa asupan sayuran dan buah adalah suatu hal yang penting, tapi studi ini menunjukkan bahwa sayuran berdaun hijau menjadi sangat penting dalam hal mencegah diabetes tipe 2," ujar Profesor Melanie Davies, profesor pengobatan diabetes dari University of Leicester, seperti dikutip dari BBCNews, Jumat (20/8/2010).

Meski demikian belum dapat diketahui dengan jelas mengapa sayuran berdaun hijau lebih memberikan efek perlindungan. Namun para peneliti memperkirakan bahwa salah satu alasannya adalah kandungan antioksidan yang tinggi serta kadar magnesium yang tinggi.

Kini peneliti akan melakukan studi terhadap orang-orang yang memiliki faktor risiko tinggi terhadap diabetes tipe 2. Hal ini untuk melihat apakah meningkatkan asupan sayuran berdaun hijau bisa membantu mengurangi peluang seseorang yang berisiko tinggi terdiagnosis diabetes.

"Pesan untuk meningkatkan asupan sayuran dan buah tidak boleh hilang, meskipun sayuran berdaun hijau memiliki efek khusus terhadap pencegahan diabetes tapi sebaiknya masyarakat juga tetap mengonsumsi sayur dan buah lainnya," ujar Profesor Jim Mann dari University of Otago di Selandia Baru.

Setengah Porsi Sayuran Cegah Diabetes

sayurSetengah Porsi Sayuran Cegah Diabetes - Tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi dan akan menyimpannya dalam bentuk gula atau lemak jika ada kelebihan. Pada penderita diabetes melitus (DM), karbohidrat sebaiknya dibatasi dan diganti dengan lebih banyak sayuran.

Yang sering tidak disadari adalah bahwa nasi bukan satu-satunya sumber energi. Beberapa jenis makanan lainnya juga mengandung karbohidrat sebagai sumber energi misalnya keripik, kentang, permen dan beberapa jenis buah-buahan. Bahkan lemak dan protein juga menyumbang 30-40 persen kebutuhan energi.

Hal ini ditekankan oleh Head of Division Nutrifood Research Center, Susana, STP., M.Sc., PDEng saat menjadi pembicara dalam acara bincang media dengan tema 'Nutrisi Seimbang untuk Cegah dan Atasi Diabetes', Selasa (11/5/2010) di Jakarta.

Pada penderita DM, terjadi gangguan fungsi insulin sehingga tidak mampu menyalurkan gula darah hasil penguraian karbohidrat ke sel, untuk diubah menjadi energi. Karenanya, kelebihan konsumsi karbohidrat akan membuat kadar gula darah meningkat.

Untuk mencegah penumpukan gula di darah, maka konsumsi gula dan karbohidrat harus dibatasi. Penyajiannya dalam menu makan hendaknya cukup 60-70 persen dari kebutuhan energi.

Mudahnya, jika 1/4 dari porsi makan diisi karbohidrat maka kebutuhan energi sudah tercukupi. Lauk pauk cukup 1/4 porsi, dan porsi paling besar yakni 1/2 adalah jatah untuk sayur-sayuran.

Sayuran mengandung banyak serat, salah satu bentuk karbohidrat yang tidak diserap oleh tubuh. Selain baik untuk perncernaan, sayur memiliki Glycemic Index (GI) dan Glycemic Load (GL) yang sangat rendah sehingga baik untuk orang yang mengalami gangguan fungsi insulin.

GI merupakan angka yang menunjukkan seberapa cepat kenaikan kadar gula dalam darah dalam tubuh setelah mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Dikatakan memiliki GI rendah jika nilainya 0-55, sedang jika nilainya 56-69, dan tinggi jika nilainya 70 ke atas.

Sedangkan GL merupakan hasil perkalian GI dengan jumlah karbohidrat dalam sekali penyajian, dihitung dengan rumus: (GI/100) x jumlah karbohidrat. Dikatakan rendah jika nilainya 0-10, sedang jika nilainya 11-19, tinggi jika nilainya lebih dari 20.

Dua jenis makanan dengan GI sama bisa saja memiliki GL berbeda, misalnya semangka dengan donat. Sama-sama memiliki GI sebesar 72, tetapi komposisi semangka lebih banyak mengandung air daripada karbohidrat. Jika sama-sama disajikan dalam takaran 100 gram, maka GL semangka adalah 26 sementara GL donat 72.

Selain mengatur porsi makan, Susana juga menyampaikan beberapa tips lain seputar pembatasan konsumsi gula dan karbohidrat. Di antaranya adalah sebagai berikut:
Batasi konsumsi gula pasir maksmimal 6 sendok teh perhari, atau ganti dengan pemanis buatan
Batasi porsi karbohidrat, tidak lebih dari 70 persen kebutuhan energi (kurang lebih 700 gram nasi putih)
Tingkatkan konsumsi serat

Pilih nasi merah karena karbohidratnya lebih kompleks daripada nasi putih
Pilih roti gandum utuh daripada roti putih.(detikhealth)

Cegah Diabetes dengan Jalan Kaki 30 Menit

Jalan KakiCegah Diabetes dengan Jalan Kaki 30 Menit - Jalan kaki sungguh memberikan khasiat yang beragam. Mulai dari kebugaran, meningkatkan stamina, mencegah osteoporosis. Jalan kaki juga ternyata juga bisa mencegah diabetes.

Siapa yang tidak mengenal penyakit diabetes? Penyakit ini bisa menyerang siapa saja baik laki-laki ataupun perempuan dan tidak memandang usia penderita.

Hidup dengan diabetes sangat tidak nyaman. Selain bisa menyebabkan komplikasi, penderita diabetes juga harus tergantung pada obat dan menjalani diet seumur hidupnya.

Nah, salah satu cara yang mudah untuk mencegah penyakit ini adalah dengan berjalan kaki. Aktivitas fisik yang termasuk ringan hingga sedang dan aktivitas fisik yang lebih intensif, bisa mengurangi risiko terkena diabetes.

Seperti dilansir dari diabetesvic.org.au, Minggu (12/7/2009) menurunkan kadar gula darah dengan mengurangi produksi glukosa dari hati pada orang yang gemuk. Meningkatkan pengaturan rata-rata glukosa dalam sel dan sensitivitas glukosa, meningkatkan sensitivitas insulin hingga 12-24 jam setelah melakukan aktifitas fisik, dan meningkatkan high-density liporpotein (HDL-kolesterol baik) dalam darah.

Study di Australia mengindikasikan bahwa partisipan yang berjalan kaki antara 85 menit-3 jam per minggu, bisa mengurangi risiko terkena diabetes hingga 31%. Intensitas berjalan yang rutin (5 hari per minggu) setidaknya selama 3 jam per minggu bisa mengurangi risiko terkena diabetes pada remaja 31-42%.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa wanita yang aktif melakukan aktivitas fisik seperti jalan kaki bisa mengurangi risiko terkena diabetes dibandingkan dengan wanita yang tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali.

Berjalan kaki juga dihubungkan dengan penurunan berat badan yang bisa mengurangi risiko terkena diabetes. Remaja yang dikategorikan overweight atau tidak aktif melakukan aktivitas fisik memiliki 3 kali kemungkinan lebih besar terkena diabetes dibandingkan remaja yang memiliki berat badan normal.

Dengan berjalan kaki selama 30 menit dapat meningkatkan kontrol glukosa, yang bisa membantu otot menyerap gula darah dan ini mencegah penyumbatan aliran darah. Efek ini bisa bertahan selama berjam-jam ataupun beberapa hari, tapi tidak permanen sehingga diperlukan jalan kaki yang teratur untuk mengontrol gula darah.

Kesehatan cardiovascular atau jantung yang lebih baik, karena orang dengan diabetes akan meningkatkan risiko penyakit jantung, jadi dengan berjalan kaki bisa mengurangi terkena penyakit jantung juga.

Untuk awalnya, mulailah dengan perlahan, berjalan selama 5-10 menit pada hari pertama masih bisa diterima, yang terpenting adalah tidak mendapatkan luka atau sakit pada tubuh anda.

Tambahkan 5-10 menit per minggu, lalu tingkatkan lagi hingga mencapai tujuan selama 45 menit sampai 1 jam, 5 sampai 7 hari seminggu, karena itu adalah waktu yang ideal untuk pemeliharaan glukosa darah. Namun manfaat kesehatan mulai bertambah saat 30 menit per hari.

Hal yang paling penting dalam jalan kaki adalah menggunakan sepatu yang nyaman untuk kaki anda sehingga tidak menimbulkan cedera atau luka, sebaiknya gunakan walking shoes dan jangan lupa menggunakan kaus kaki.(detikhealth)

Kayu Manis Bisa Cegah Diabetes

Kayu ManisKayu Manis Bisa Cegah Diabetes - Jangan kira karena namanya yang 'manis' lantas kayu manis dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Rempah-rempah satu ini justru dapat mencegah diabetes dan penyakit jantung.

Kayu manis merupakan salah satu bumbu masak tertua yang digunakan manusia. Menurut studi, rempah-rempah yang beraroma dan manis ini dapat mencegah dan mengobati diabetes dan penyakit jantung.

Diabetes dan penyakit jantung adalah dua penyakit yang sangat ditakuti oleh banyak orang. Dan sebagian besar penyebab kedua penyakit ini adalah makanan.

Sebuah studi menemukan bahwa larutan kayu manis mengandung antioksidan yang dapat mengurangi kemungkinan mendapatkan diabetes dan penyakit jantung hingga 23 persen.

Peneliti dari Centre for Applied Health Sciences di Fairlawn, Ohio, Amerika Serikat, mempelajari 22 orang obesitas dengan prediabetes, yaitu keadaan kritis sebelum diabetes yang masih bisa diobati.

Setengah dari partisipan diberi 250 mg kayu manis yang larut dalam air untuk diminum sehari-hari dan sisanya hanya diberi plasebo (tidak mengandung kayu manis).

Dalam penelitian tersebut, peneliti mengamati darah partisipan sebelum dan sesudah survei. Hasilnya, diperoleh bahwa partisipan yang meminum larutan kayu manis dapat meningkatkan antioksidan yang terkait dengan gula darah sebesar 13 sampai 23 persen.

"Penelitian ini dapat menunjukkan efektivitas jus kayu manis dalam pencegahan diabetes dan penyakit jantung," ujar Richard Anderson, pemimpin penelitian dari U.S. Department of Agriculture, seperti dilansir dari Dailymail, Sabtu (28/8/2010).

Buah-buahan yang Aman untuk Orang Diabetes

buah-buahan daibetesBuah-buahan yang Aman untuk Orang Diabetes - Penderita diabetes memang harus sangat menjaga makanannya, termasuk dengan buah-buahan manis. Tapi bukan berarti penderita diabetes tak boleh makan buah. Berikut beberapa buah yang cocok untuk penderita diabetes.

Penderita diabetes tidak bisa mengonsumsi sembarangan makanan apalagi yang berhubungan dengan glukosa, karenanya diperlukan kontrol yang ketat untuk meminimalkan dampak buruk yang mungkin timbul.

Orang yang menderita diabetes harus makan makanan dengan indeks glikemik rendah, yaitu dibawah 55. Hal ini untuk membantu mencegah lonjakan gula darah yang membuat diabetes semakin parah.

Indeks glikemik (GI) adalah skala atau angka yang diberikan pada makanan tertentu berdasarkan seberapa besar makanan tersebut meningkatkan kadar gula darahnya, skala yang digunakan adalah 0-100. Indeks glikemik disebut rendah jika berada di skala kurang dari 50, indeks glikemik sedang jika nilainya 50-70 dan indeks glikemik tinggi jika angkanya di atas 70.

Berikut beberapa buah yang bisa dan cocok untuk penderita diabetes, seperti dilansir Livestrong, Senin (14/3/2011), yaitu:

1. Apel
Glycemic Edge melaporkan bahwa pektin, yaitu senyawa yang ditemukan pada kulit dalam dan daging apel, efektif dapat membantu mengobati diabetes. Senyawa ini membantu detoksifikasi tubuh dan mengurangi kebutuhan insulin tubuh sekitar 35 persen. Makan buah apel yang memiliki indeks glikemik 40 juga dapat membantu meningkatkan pengaturan tingkat gula darah.

George Mateljan Foundation untuk World's Healthiest Foods mengutip sebuah studi penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food edisi September 2010, menunjukkan enzim dalam apel mempengaruhi pencernaan karbohidrat, yang mengurangi penyerapan glukosa dalam saluran pencernaan dan merangsang pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin. Kondisi ini akan membantu Anda lebih menyeimbangkan kadar gula darah.

2. Stroberi
Stroberi memainkan peranan dalam diet orang yang menderita diabetes. American Diabetes Association menyebut buah berry termasuk stroberi sebagai 'super food' karena memiliki indeks glikemik rendah, yaitu 40 untuk 120 g stroberi.

Stroberi juga mengandung banyak serat, nutrisi dan antioksidan. Makan stroberi juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, risiko yang serius bagi penderita diabetes.

3. Jeruk Bali (Grapefruit)
Jeruk Bali memiliki indeks glikemik 25 per 120 gram, ini bisa membantu meningkatkan sensitivitas insulin, suatu fitur penting karena insulin membantu melepaskan gula ke dalam aliran darah dan secara langsung berdampak pada kadar gula darah.

Jeruk Bali meningkatkan cadangan alkali dalam darah, yang dapat melawan tingkat keasaman diabetes pada penderita diabetes.

4. Alpukat
Alpukat efektif dalam mengurangi kolesterol pada orang dengan diabetes dengan mempertahankan tingkat trigliserida dalam darah, menurut William Castelli dalam buku Cholesterol Cures.

Alpukat yang rendah karbohidrat dan mengandung lemak sehat dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 pada wanita dan orang yang sudah memiliki risiko tinggi. Tingginya kadar vitamin E dalam alpukat juga meningkatkan aksi insulin dengan menghambat pengikatan glukosa menjadi lipoprotein low density.

Pahit..Pahit..Pahit.., Biar Diabetes Menjauh

diabetesPahit..Pahit..Pahit.., Biar Diabetes Menjauh - Makanan serba manis, tinggi karbohidrat dan hidup bermalasan sangat cepat menimbun kadar gula darah yang tinggi pemicu diabetes. Jangan manjakan lidah dan tubuh karena walau terasa berat dan pahit tapi hasilnya diabetes bisa menjauh.

Diabetes mellitus (DM) atau yang sering disebut sebagai kencing manis merupakan penyakit yang serius dan tidak bisa disembuhkan.

Diabetes merupakan penyakit yang sangat serius dan bisa menjadi faktor risiko dari berbagai penyakit berbahaya seperti penyakit jantung dan stroke.

Meski kebanyakan penyakit diabetes menurun dalam keluarga, gaya hidup yang sehat dapat menjadi cara mudah untuk mencegah diabetes.

Berikut beberapa cara mudah mencegah diabetes, seperti dilansir Healthmad, Selasa (5/4/2011):

1. Makan gandum utuh bukan yang terigu
Roti dan sereal gandum kaya akan serat yang dapat membuat tubuh dengan mudah menjaga kadar gula darah. Makan tiga potong roti gandum sehari bisa mengurangi risiko Anda terkena diabetes sebanyak 38 persen.

2. Ganti snack dengan buah
Makan tiga porsi apel, pir atau buah lain dalam 1 hari dapat mengurangi risiko terkena diabetes sekitar 31 persen. Itu sudah cukup untuk mengubah pra-diabetes menjadi orang yang sangat sehat.

Buah memiliki banyak serat larut serta senyawa pengontrol insulin lainnya. Tapi minum jus buah membuat serat ini akan menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan buah utuh.

3. Matikan televisi lebih awal
Pemotong jam menonton televisi selama dua jam sehari sudah dapat mengurangi risiko masalah berat badan serta diabetes sebanyak 20 persen.

4. Minum susu tanpa lemak dan tinggi kalsium
Cara mudah lain untuk menstabilkan gula darah adalah dengan mengonsumsi kalsium dan vitamin D. Menurut sebuah penelitian, semakin banyak nutrisi kalsium dan vitamin D maka dapat mencegah datangnya diabetes hingga 20 persen untuk 20 tahun ke depan.

5. Masak dengan lemak baik
Masaklah dengan menggunakan lemak baik seperti minyak kelapa, wijen atau minyak zaitun. Dosis harian dari lemak tumbuhan ini dapat membantu penggunana glukosa oleh tubuh dengan baik, sehingga bisa mengurangi risiko wanita mengalami masalah gula darah sedikitnya 22 persen.

6. Minum kopi atau teh pahit atau dengan sedikit gula
Penelitian dari The University of Sydney menunjukkan bahwa setiap cangkir kopi yang diminum seseorang bisa mengurangi risiko diabetes hingga 7 persen. Dari enam studi yang ada, diketahui bahwa mengonsumsi 3 hingga 4 cangkir kopi sehari bisa menurunkan risiko diabetes sampai 36 persen.

Tapi ingat, minum teh atau kopi ini sebaiknya dengan kadar gula sedikit, bukan seperti kebanyakan orang Indonesia yang biasa memberikan gula terlalu banyak.

7. Makan kacang-kacangan atau sumber magnesium
Almond, kacang mete dan kacang Brazil adalah sumber utama magnesium yang dapat membantu mengurangi risiko gula darah tinggi sebesar 31 persen. Hal ini juga dapat mengurangi risiko orang terkena diabetes seumur hidup sebesar 22 persen.

Jika Anda tidak suka makan kacang-kacangan, Anda bisa makan tahu, salmon, halibut, bayam dan alpukat. Makanan ini juga merupakan sumber besar magnesium.

8. Cukup istirahat
Kurang tidur dapat membuat kadar hormon stres kortisol melambung hingga 37 persen sehingga memicu terjadinya resistensi insulin dan diabetes. Oleh karena itu, istirahatlah dengan cukup dengan 7-8 jam tidur setiap malam.

9. Olahraga teratur
Selain mengubah pola makan, Anda harus memasukkan olahraga atau latihan aerobik dalam rutinitas harian. Menurunkan berat badan juga akan membantu menghindari diabetes.

Kenali Risiko Diabetes Sebelum Berpuasa

diabetesKenali Risiko Diabetes Sebelum Berpuasa - Di Indonesia terdapat kurang lebih ada 25 juta penderita diabetes mellitus, sedangkan di Jakarta 1 dari 7 orang mengidap penyakit diabetes. Dan jumlah ini belum termasuk dengan orang yang memiliki faktor risiko.

Penyakit diabetes adalah gangguan penggunaan glukosa yang terjadi di dalam tubuh. Diabetes tidak terjadi secara begitu saja. Sebelum seseorang didiagnosis menderita diabetes, mereka mengalami fase normal, lalu meningkat menjadi prediabetes dan akhirnya menderita diabetes.

"Untuk penderita diabetes yang dikhawatirkan saat melakukan puasa adalah gula darah turun di bawah normal (hipoglikemia), gula darah naik di atas normal (hiperglikemia) dan timbul komplikasi yang bisa membahayakan," ujar Dr. Dante Saksono H, SpPD, PhD dalam acara Simposium Mini 'Tetap Sehat dan Bugar Selama Bulan Ramadhan' di Aula FK-UI RSCM, 19 Agustus 2009. Dr. Dante membagi pasien diabetes menjadi tiga kategori risiko, yaitu:

Pasien diabetes risiko rendah, pasien ini biasanya terkontrol dengan diet, terkontrol dengan obat oral tunggal dengan baik dan stabil dan tidak ada komplikasi yang berat. Biasanya kelompok ini diperbolehkan untuk melakukan puasa.
Pasien diabetes risiko sedang, pasien ini tinggal sendiri dan menggunakan insulin serta memiliki kondisi kesehatan yang terganggu, harus bekerja fisik yang berat, menggunakan insulin dosis tunggal, menggunakan obat oral kombinasi atau berusia lanjut. Kelompok ini boleh melakukan puasa, tapi harus mendapatkan kontrol dari dokter dan rajin berkonsultasi.

Pasien diabetes risiko tinggi, mengalami diabetes tipe 1, menggunakan insulin dosis tinggi atau dosis terbagi, mengalami sakit yang berat, sedang hamil dan mengalami komplikasi. Kelompok ini sebaiknya tidak melakukan puasa, kalaupun ingin berpuasa harus mendapatkan kontrol yang ketat dari dokter.

Untuk itu ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh penderita diabetes adalah:

Jangan memaksakan diri, sebaiknya buatlah perencanaan dengan dokter sebelum melakukan puasa dan diusahakan tidak ada komplikasi yang berbahaya.

Siasati pola makan yang baik, konsumsilah karbohidrat kompleks seperti nasi atau roti saat sahur dan waktu berbuka dikombinasikan dengan diawali karbohidrat sederhana seperti kurma atau teh baru dilanjutkan dengan karbohidrat yang kompleks atau sulit dicerna.

Aturlah waktu dan dosis obat, ada beberapa obat yang bisa membuat hipoglikemia, jadi sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter obat apa yang baik diminum saat sahur dan saat berbuka. Jika hanya ada satu obat yang diminum pagi hari maka sebaiknya diminum saat berbuka puasa. Untuk penggunaan insulin tunggal sebaiknya digunakan saat berbuka dan dosisnya dikurangi 10 persen.

Cegahlah dehidrasi, gula darah yang tinggi bisa memudahkan seseorang terkena dehidrasi. Tapi jangan minum terlalu banyak saat sahur, melainkan lebih baik minum secara bertahap sejak saat berbuka hingga sahur.
Ketahuilah tanda-tanda komplikasi, komplikasi yang terjadi bisa akibat hipoglikemia atau hiperglikemia. Cek gula darah pada minggu pertama secara teratur tiga kali sehari saat jam 8, 12 dan 17, jika gula darah terkontrol dengan baik bisa melanjutkan puasa. Jangan melanjutkan puasa jika gula darah tidak terkontrol dengan baik dan lakukan konsultasi dengan dokter.

Untuk pasien diabetes bisa melakukan puasa, asal dilakukan secara terencana dan terpantau dengan baik.detikhealth

Cara Suntik Insulin Diabetes yang Tepat

insulinCara Suntik Insulin Diabetes yang Tepat - Bagi beberapa diabetesi (penderita diabetes), insulin merupakan salah satu obat yang bisa menyelamatkan nyawanya. Tapi sebaiknya diabetesi mengetahui 9 fakta mengenai cara kerja insulin.

Insulin yang disuntikkan ke diabetesi berfungsi mengambil alih atau menambah peran dari insulin alami yang biasanya berguna untuk mengontrol gula darah.

Namun menggunakan insulin tidak semudah mengonsumsi obat lainnya, karena sejumlah faktor bisa mempengaruhi kemampuan dari obat untuk mengontrol kadar gula darah.

Dikutip dari HuffingtonPost, Selasa (31/8/2010) ada 9 fakta yang harus diketahui pengguna insulin untuk membantu menentukan efek dari insulin:

1. Berapa banyak insulin yang disuntikkan?
Jumlah insulin yang disuntikkan dipengaruhi oleh usia, berat badan, pola makan, aktivitas dan kesehatan secara menyeluruh. Selain itu melakukan pengujian kadar gula darah dengan alat bisa membantu seseorang mengetahui jumlah insulin yang tepat dikonsumsi.

Karena jika seseorang menyuntikkan insulin terlalu banyak bisa berisiko hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah sehingga berbahaya bagi tubuh), sedangkan jika terlalu sedikit berisiko hiperglikemia (kadar gula darah terlalu tinggi).

2. Di mana insulin tersebut disuntikkan?
Insulin akan bekerja paling cepat saat disuntikkan ke perut, yaitu di atas atau daerah samping pusar. Insulin akan masuk ke sistem tubuh sedikit lebih lama jika disuntikkan pada lengan atas. Lebih lambat lagi jika disuntikkan di kaki dan paling lambat ketika disuntikkan di bokong (pantat).

Untuk hasil terbaik, sebaiknya menyuntikkan di daerah yang sama setiap kali sebelum makan. Misalnya menyuntikkan di daerah perut sebelum sarapan dan di daerah paha sebelum makan malam. Tapi usahakan untuk tidak menyuntikkan insulin di tempat yang sama setiap waktu, karena jaringan parut akan muncul dan mempengaruhi penyerapan insulin.

3. Jam berapa insulin disuntikkan?
Insulin seringkali disuntikkan sesaat sebelum makan (walaupun tergantung pada jenis insulin yang digunakan), karena hal ini akan bekerja lebih baik ketika glukosa dari makanan mulai memasuki darah. Para ahli menyarankan untuk menyuntik sebelum makan atau sekitar 20-30 menit sebelum makan, namun tergantung pada jenis dan durasi waktunya.

"Hal ini karena setiap orang menginginkan insulin bekerja atau datang ketika makanan yang dikonsumsi sedang dicerna oleh tubuh," ujar Christine Tobin, RN, presiden perawatan kesehatan dan pendidikan di American Diabetes Association.

4. Apakah seseorang berolahraga?
Olahraga atau latihan bisa membuat seseorang lebih sensitif terhadap insulin, sehingga membuat seseorang lebih sedikit menggunakan insulin. Namun terkadang latihan yang terlalu intens bisa menyebabkan kadar gula darah meningkat yang membuat seseorang memerlukan lebih banyak insulin. Sehingga seseorang harus melakukan beberapa trial and error untuk mengetahui bagaimana pengaruh latihan terhadap kebutuhan insulinnya.

5. Apakah seseorang sedang sakit?
Pada saat seseorang sedang sakit, gula darah cenderung naik lebih tinggi dari biasanya sehingga memungkinkan orang untuk menyuntikkan insulin lebih banyak. Namun hal ini harus dipastikan terlebih dahulu dengan dokter yang memeriksa.

Sebagian orang terkadang tidak merasa lapar ketika sedang sakit atau makan dalam jumlah sedikit, sehingga berpikir dirinya tidak memerlukan insulin. Padahal bila seseorang sakit ada kemungkinan ia membutuhkan lebih banyak insulin.

6. Apakah sedang merasa tertekan atau stres?
Hormon-hormon yang dilepaskan ketika seseorang merasa tertekan, secara langsung dapat mengubah tingkat glukosa dalam darah dan membuat tubuh menghentikan produksi insulinnya.

"Setiap jenis stres, bahkan stres psikologis bisa meningkatkan gula darah. Sehingga tak jarang mereka membutuhkan lebih banyak insulin pada saat itu," ungkap Tobin.

7. Seberapa panas suhu tubuh?
Jika seseorang baru saja selesai mandi air hangat atau menggunakan bantal pemanas di otot kaki, maka insulin akan masuk ke dalam sistem tubuh lebih cepat dibandingkan bila otot berada pada suhu normal. Beberapa ahli menyarankan pada kondisi tertentu jika perlu dilakukan pendinginan terlebih dahulu untuk memperlambat penyerapan.

8. Apakah mengonsumsi air yang cukup?
Jika tubuh tidak memiliki air yang cukup, maka darah tidak bisa mengalir dengan mudah ke kulit sehingga insulin tidak dapat diserap dengan cepat. Selain itu dehidrasi juga cenderung meningkatkan gula darah dan dapat menyebabkan resistensi terhadap insulin untuk sementara waktu.

9. Apa yang dikonsumsi orang tersebut?
Makanan yang dikonsumsi tidak akan mempengaruhi penyerapan insulin di dalam darah, tapi akan mempengaruhi kadar gula darah seseorang secara umum.

Misalnya makanan berlemak akan diserap perlahan-lahan, sehingga bisa saja insulin sudah mulai bekerja sebelum makanan tersebut diserap tubuh. Sedangkan untuk makanan kaya karbohidrat seperti nasi atau roti putih yang memiliki indeks glisemik tinggi akan diserap lebih cepat.

"Karenanya konsistensi asupan protein, karbohidrat dan waktu makan menjadi hal yang penting bagi penderita diabetes," ungkap Tobin.

Kalahkan Diabetes dengan Pahitnya Pare

pareKalahkan Diabetes dengan Pahitnya Pare - Pare sering dijauhi karena rasanya yang pahit. Tapi di balik rasa pahitnya, pare mengandung banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya ampuh untuk melawan diabetes dengan menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.

Pare atau secara ilmiah dikenal sebagai Momordica charantia, adalah sayuran yang sering dijadikan ramuan obat dengan sejarah panjang dalam pengobatan China tradisional, terutama untuk mengobati diabetes.

Dari beberapa penelitian yang dilakukan pada hewan dan juga manusia, pare terbukti dapat menurunkan kadar glukosa darah, seperti dilansir Drugs.com, Jumat (11/2/2011).

Kandungan charantin, polipeptida P dan vicine, merupakan bahan aktif utama dari pare, yang tampaknya bertanggung jawab atas aktivitas anti-diabetes.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food edisi Juni 2010, selain menurunkan kadar glukosa, pare juga meningkatkan kadar lipid darah.

Dalam penelitian yang dilakukan pada 20 hewan subyek yang memiliki sukrosa induksi diabetes, setelah 30 hari di bawah pengobatan dengan pare peneliti menemukan bahwa subyek dengan kadar glukosa normal, penurunan trigliserida dan LDL (kolesterol jahat), dan meningkatkan HDL (kolesterol baik).

Temuan positif lain dari penelitian ini adalah bahwa pare memiliki kualitas antioksidan, yang berarti herbal ini membantu melindungi sel dari radikal bebas yang disebabkan oleh diabetes.

Berdasarkan rekomendasi Drugs.com, untuk menurunkan kadar gula darah, Anda bisa mengambil dosis harian 50 sampai 100 ml atau 900 mg jus pare tiga kali sehari. Namun, dosis ini dapat disesuaikan berdasarkan tingkat gula darah, dan apakah Anda minum obat konvensional untuk diabetes.

Tapi konsumsi pare harus dihindari untuk ibu hamil dan anak-anak. Tanaman ini menunjukkan efek anti-kesuburan dalam studi penelitian, yang bisa meningkatkan risiko aborsi dan pendarahan menstruasi.

Sedangkan pada anak-anak karena tubuhnya masih belum kuat, kadang pare bisa menimbulkan efek samping seperti, sakit kepala, demam dan sakit perut.

Sarapan Sehat untuk Orang Diabetes

serealSarapan Sehat untuk Orang Diabetes - Makanan sangat penting untuk mengontrol diabetes, termasuk makan pagi alias sarapan. Sarapan yang sehat dapat menjaga gula darah Anda tetap dalam keadaan baik. Apa saja?

Untuk menjaga kadar gula darah, pasien diabetes harus konsisten menjaga waktu dan porsi makan. Sarapan pada waktu yang sama setiap hari dengan jumlah makanan yang konsisten, terutama karbohidrat, dapat membantu penderita diabetes mengatur gula darah lebih baik.

Karbohidrat meliputi pati, buah, susu atau yogurt. Dokter atau ahli gizi biasanya menentukan berapa banyak yang pasien butuhkan untuk sarapan. Tapi menurut American Diabetes Association, pasien diabetes bisa sarapan sebanyak 45 sampai 60 gram.

Dilansir Livestrong, Selasa (18/1/2011), berikut beberapa makanan sehat yang baik untuk pasien diabetes:

1. Sereal
Sereal adalah sarapan yang sehat untuk pasien diabetes. Carilah sereal tawar dengan lebih dari 2,5 gram serat per porsi. Gunakan susu skim atau susu dengan 1 persen lemak untuk membatasi asupan kalori dan lemak jenuh.

Orang dengan diabetes memiliki tingkat lebih tinggi menderita penyakit jantung sehingga harus membatasi asupan lemak jenuh. Sarapan 45 sampai 60 g karbohidrat bisa berupa tiga perempat cangkir sereal gandum utuh segar, 1 cangkir susu skim dan 1 buah apel.

2. Roti gandum
Produk roti seperti roti gandum, muffin dan bagel juga dapat menjadi menu sarapan untuk pasien diabetes. Pilihlah roti dengan bahan yang utuh, sehingga mengandung lebih banyak serat, vitamin dan mineral. Mengonsumsi makanan tinggi serat dapat membantu mengontrol diabetes.

Contoh sarapan 45 sampai 60 g karbohidrat adalah sepotong roti gandum bakar dengan 1 sendok makan selai kacang.

3. Telur
Telur memberikan protein, vitamin A dan vitamin D. Jika Anda mempunyai kolesterol tinggi, Anda harus membatasi asupan kuning telur sampai dua minggu.

Bawang Putih Baik untuk Orang Diabetes

bawang-putihBawang Putih Baik untuk Orang Diabetes - Bawang putih selain sebagai penyedap masakan juga berfungsi sebagai obat herbal. Kandungan dalam bawang putih terbukti membantu mengatasi beberapa penyakit, termasuk juga bagi orang diabetes.

Diabetes melitus adalah penyakit kronik karena gangguan kerja dari insulin. Orang yang sudah terdiagnosa diabetes harus pandai-pandai mengontrol makanan yang ia konsumsi karena diabetes tidak bisa disembuhkan.

Bawang putih bisa menjadi salah satu makanan yang diprioritaskan untuk penderita diabetes. Bawang putih mengandung protein, vitamin A, B-1 dan C, juga terdiri dari mineral penting seperti kalsium (cocok sebagai pencegah hipertensi), magnesium, kalium, besi dan selenium serta asam amino penting.

Dilansir Healthmad, Rabu (29/12/2010), lasuna atau ramuan herbal bawang putih mengandung bahan alami yang sangat membantu untuk mengurangi tingginya kadar gula darah dan juga mengatur tingkat gula berbahaya dalam tubuh.

Tingginya kadar gula dalam tubuh bisa sangat kejam dan berbahaya, karena dapat menyebabkan berbagai penyakit mematikan, seperti kerusakan jantung, serangan jantung, kerusakan ginjal dan begitu banyak tambahan masalah dalam organ-organ tubuh.

Selain itu, bawang putih juga sangat membantu mengurangi tekanan darah tinggi dan mengendalikan gerakan aliran darah pada organ tubuh.

Bawang putih dapat menghentikan pembekuan darah di pembuluh darah tubuh. Lasuna juga dapat membantu kondisi yang berkaitan dengan berbagai masalah dari sistem pencernaan, tumor dan mengembangkan dan memelihara sistem kekebalan tubuh.

Tak hanya itu, daun pada bawang putih juga memiliki bahan alami yang dapat menghilangkan kandungan merkuri yang mematikan. Serta sangat baik untuk masalah seksual, pasokan energi dan juga menaikkan energi seksual.

Menyetir yang Aman untuk Penderita Diabetes

menyetir

Menyetir yang Aman untuk Penderita Diabetes - Seseorang yang memiliki penyakit diabetes harus selalu mengontrol kadar gula darahnya, termasuk saat menyetir. Lalu bagaimana menyetir yang aman untuk penderita diabetes?

Pada saat menyetir kendaraan, terutama yang menempuh perjalanan jauh ada kemungkinan terjadi hipoglikemia (kadar gula darah rendah). Hal ini disebabkan tubuh tidak mendapatkan asupan makanan, sehingga tidak ada energi yang bisa dihasilkan.

Hipoglikemia terjadi jika kadar gula darahnya terlalu rendah (kurang dari 70 mm persen). Kondisi ini disebabkan karena adanya ketidakseimbangan antara makanan yang dikonsumsi, gerak badan dan obat yang digunakan. Gejala yang timbul adalah keluar keringat dingin, gemetar, pusing, lemas, mata berkunang-kunang, rasa perih di ulu hati dan timbul rasa lapar.

Sebagian besar penderita diabetes (diabetesi) sering tidak menyadari jika kadar gula darahnya terlalu rendah, hal ini disebabkan diabetesi tetap mengemudi selama beberapa jam tanpa memeriksakan kadar gula darahnya dan juga tidak makan. Tindakan ini tentu saja bisa membahayakan keselamatanya.

Tapi seperti halnya komplikasi diabetes lainnya, kondisi ini dapat dikendalikan dan dihindari dengan melakukan perencanaan dan perawatan yang tepat sehingga seorang diabetesi bisa tetap menyetir tanpa masalah.

Seperti dikutip dari Diabeteshealth, Selasa (7/9/2010) sangat penting bagi diabetesi untuk mempersiapkan segala hal dalam mencegah hipoglikemia selama mengemudi. Berikut ini beberapa langkah penting yang bisa dilakukan untuk menghindari hipoglikemia saat menyetir, yaitu:

1. Selalu siapkan makanan kecil seperti kue manis, permen atau minuma jus buah yang manis. Usahakan persediaan makanan dan minuman ini diletakkan di tempat yang mudah terjangkau dan terlihat, karena terkadang pikiran tidak bisa bekerja dengan baik jika kadar gula darahnya rendah.

2. Jika timbul gejala-gejala hipoglikemia seperti merasa lapar yang luar biasa, keringat dingin serta dada berdebar-debar, maka segera menepi dan konsumsilah persediaan makanan atau minuman tersebut.

3. Jangan tergesa-gesa mulai mengemudi lagi, tunggulah sampai kadar gula darah kembali normal dan merasa dirinya baik-baik saja. Karena itu penting untuk selalu membawa alat pengukur gula darah digital untuk mengetahui apakah kadar gula darahnya sudah normal atau belum.

4. Jika kadar gula darahnya sudah normal kembali, mulailah mengemudi dengan tenang dan berhati-hati hingga mencapai tempat tujuan atau jika diperlukan carilah tempat untuk makan terlebih dahulu.

Tips Meningkatkan Kekebalan tubuh

kekebalan tubuhCara Meningkatkan Kekebalan - Pergantian musim seringkali menimbulkan berbagai gangguan termasuk serangan flu yang bisa sangat mengganggu aktivitas Anda. Akan tetapi, serangan flu bisa dicegah dengan cara memperkuat sistem kekebalan alami tubuh. Bagaimana caranya? Berikut delapan cara yang bisa membantu menjauhkan flu dari Anda.

Mendengarkan musik.
Sebuah studi yang mempelajari efek musik terhadap sistem kekebalan perempuan yang sedang hamil menunjukkan kalau mendengarkan musik bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh ibu.

Pijat.
Pijat lymphatic merupakan salah satu cara terbaik mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh. Daripada mengobati penyakit, lebih baik memanjakan tubuh Anda dengan melakukan pijat. Anda bisa melakukan pijat sekaligus perawatan kecantikan di spa-spa yang ada di kota Anda.

Relaksasi.
Stres bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh. Jadi, ada baiknya meluangkan waktu untuk relaksasi. Jika tuntutan bos dan tumpukan pekerjaan membuat Anda stres, cobalah melakukan yoga.

Tertawa.
Cobalah lebih banyak menceritakan dan mendengarkan lelucon yang tentunya bisa membuat Anda tertawa. Tertawa bisa meningkatkan sistem imun dengan cara menurunkan kadar stres dan kecemasan. Selain itu, tertawa juga bisa meredakan ketegangan otot dan meningkatkan asupan oksigen.

Tidur.
Tidur nyenyak delapan jam semalam juga turut meningkatkan sistem pertahanan tubuh. Kurang tidur bisa meningkatkan kadar hormon stres yang justru akan memperlemah sistem imun.

Olahraga.
Olahraga berfungsi meningkatkan hormon-hormon yang menguatkan imunitas tubuh. Selain itu, olahraga merupakan cara yang baik untuk mengurangi tingkat stres.

Perbanyak asupan air putih.
Minum air putih merupakan langkah penting untuk mendapatkan kulit sehat, dan kulit merupakan pertahanan pertama tubuh dalam melawan infeksi dari luar.

Makan sehat.
Orang-orang yang obesitas dinyatakan lebih sulit melawan infeksi, jadi ada baiknya mempertahankan berat badan ideal dengan menerapkan pola makan sehat. Konsumsilah diet kaya buah-buahan dan sayuran untuk mendapatkan semua vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh.